Senin, 30 November 2009


 

bosen bengong-bengong di rumah ga jelas ???


atau daripada lo mau ngeksis malah najis!!!!




+++ ADIDAS "Holiday" CREW +++



Liburan akhir tahun dah deket nih!!!

mau liburan murah ?

  ada rencana liburan nih ke 

PULAU PRAMUKA

on 30,31des,1jan

3 hari 2 malam 

atau 4 hari 3 malam


kenapa ke sini??

1. Murah GAN!!!!

    dari mulai transport dari muara angke cuma 30rban per orang 

    sampai akomodasi (sekitar 700rb per hari) mahal??

   1 villa bisa 10-15 orang ... seorang sekitar 50-70rb sehari....

   jadi MURAH ya!

2. airnya masi bersih banget...(ni kata tmn gw yang kemaren ke sana ....)

3. penduduk ramah n ga matre ...

4.  makanan gampang (padang ada...

5. gambaran singkat 




ngapain di sini?

1.snorkling 50rb sharian lo pake dah tu alatnya

2.liat pelestarian penyu

3.  berenang lah pastinya airnya jernih

4.barbeque donk!!! tapi bayar lagi yee...


5.mancing buat yang lagi ngambek








PULAU PRAMUKA

Dengan menggunakan kapal penyebrangan dari Muara Angke dapat ditempuh dengan waktu antara tiga sampai empat jam lamanya. Pulau yang berada di gugusan taman nasional laut Kepulauan Seribu memiliki banyak fanorama yang menarik. Lautnya yang biru serta berdekatan dengan Taman laut memungkinkan para penggemar selam maupun snokling menjadikan Pulau Pramuka sebagai tempat singgah yang ideal.

Pulau Pramuka memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Sebagai pusat pemerintahan Kepulauan Seribu, wajar saja kalau pulau ini memiliki berbagai fasilitas dari sekolah, gedung pemerintahan, masjid maupun penginapan yang cukup terjangkau karena tidak terlalu mahal.

Pulau Pramuka juga memiliki pusat informasi taman laut, dimana tersimpan berbagai foto maupun hewan-hewan laut yang sudah diawetkan. Ini tentunya sangat membantu mendapatkan informasi tentang apa saja isi taman nasional laut dengan kekayaan alamnya. Bersebelahan dengan pusat informasi terdapat penangkaran penyu sisik. Telur yang berasal dari Pulau Peteluran ditetaskan secara alamiah di sini. Hasilnya, penyu-penyu kecil siap untuk diarungkan ke laut.

Pulau Pramuka juga merupakan pulau berpenduduk dimana sebagian besar dihuni oleh nelayan. Kekayaan alami dengan limpahan ikan-ikan lautnya membuat penduduk pulau ini terlihat sejahterah. Jarang ditemui bangunan rumah yang buruk di pulau ini. Sebagian besar rumahnya sangat memadai.

Para penyelam dapat menyewa alat-alat selam dengan seorang pendamping di Villa Delima. Peralatan snokling juga disewakan ditempat ini. Perahu dapat disewa dengan bayaran yang tidak terlalu mahal. Jadi apalagi yang perlu diragukan bila berkunjung ke Pulau Pramuka. Jangan lewatkan waktu begitu saja di Pulau ini. Tanpa keahlian menyelampun, kita bisa menikmati bawah laut dengan snokling. Jangan takut tenggelam karena pendamping akan memilih tempat yang tidak dalam walaupun terletak di perairan yang jauh dari pulau. Jadi jangan lewatkan waktu untuk tidak menikmati surga lautan di Pulau Pramuka.

Walaupun tidak begitu jauh dari Jakarta, justru daerah wisata ini, malah belum pernah kami kunjungi. Pulau Pramuka, merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Kabarnya di pulau inilah terdapat sarana pelestarian Penyu Sisik, Eretmochelys imbricata. Pulau yang luasnya hanya 9 Ha ini cukup menarik, sehingga ketika anak-anak saya meminta untuk berkunjung ke sana, segara saya setujui.

Tidak seperti biasanya, Senin itu, pkl 05.00 wib, anak-anak sudah bangun, pakaian renang, perlengkapan snorkeling, makanan ringan, dan perlengkapan lainnya, semua sudah disiapkan dan dimasukan ke dalam tas punggung. Masing-masing bertanggungjawab untuk membawa tas punggungnya sendiri-sendiri. Saya sendiri, sudah menyiapkan Camera digital, binocular, charger, dan flashdisk cadangan. Pokoknya, pkl 06.00 pagi itu, kami sudah siap berangkat menuju Muara Angke, untuk menyeberang ke Pulau Pramuka.

Pkl 07.00 wib kami sudah tiba di Muara Angke, sebuah pelabuhan rakyat yang sangat sederhana. Terlihat ada beberapa kapal yang sandar. Barang-barang bercampur jadi satu dengan penumpang. Bahkan ada juga beberapa motor yang ikut dinaikan, yang ditempatkan bagian depan kapal. Tidak terlihat banyak turis, karena memang bukan tanggal merah, kebanyakan adalah penduduk sekitar kepulauan seribu. Tidak tersedia bangku-bangku khusus untuk duduk, jadi penumpang, cukup dengan duduk selonjoran saja di palka kapal.

Tentu ini adalah pengalaman pertama untuk kami. Nampak si Adriel sangat menikmati perjalanan ini. Tidak seperti biasanya dia berani bertanya-tanya kepada sang Captain Kapal, yang kebetulan duduk dibelakang kemudi. Debby terlihat muntah-muntah, karena tidak terbiasa, begitu juga saya yang nyaris saja. Dengan waktu tempuh 2 jam 15 menit, dan ongkos Rp 30.000,- perorang dan Rp 15.000,- untuk anak-anak, akhirnya sampailah kami di Pulau Pramuka. Penduduk, nampak ramah, semua tersenyum atas kehadiran kami yang nampak seperti turis (gembel) ini. Beberapa di antaranya menawarkan tempatnya untuk di inapi, yang lain menawarkan hotel dan hostelnya, tetapi nampak tidak begitu memaksa. Jumlah penduduk yang tidak seberapa ini, memang sangat menyolok jika ada pendatang yang hadir.

Petualangan di Pulau Pramuka pun di mulai

Saya susuri semua lokasi, sambil mencari-cari penginapan yang murah meriah, ke sisi sebelah kanan dermaga, hingga ke ujung pulau. Tetapi rupanya tidak ada, hanya ada 1 hostel saja yang terlewat, tetapi seperti tidak ada penghuninya, sehingga kami tidak berani masuk.

Kembali lagi ke dermaga, dan mampir di warung kopi, sambil memesan indomie. Mulailah kami bertanya-tanya kondisi sekitar sini. Dari obrolan singkat, diperoleh keterangan bahwa disini ada beberapa hostel/wisma, di antaranya adalah: Wisma Delima, Wisma Dermaga, dan Wisma PHPA. Rata-rata harga perhari adalah Rp 350.000,- an. Fasilitasnya ada AC, TV, dsb, tetapi sayangnya semua fasilitas tersebut hanya bias dinikmati mulai pkl 17.00 wib. Maklum, karena untuk penerangan di sini hanya menggunakan genset. Setelah dipertimbangkan, akhirnya saya memilih wisma PHPA, yang ratenya, setelah ditawar menjadi Rp 250.000,-. Sebuah wisma yang sangat besar. Bisa menampung 15-an orang sebetulnya, karena di dalamnya sudah tersedia beberapa matras untuk tidur. Jadi kalau rombongan., menginap di sini terhitung murah. Hanya saja, karena kami hanya berempat, jadi sebetulnya cukup mahal juga.

Di depan wisma, ada peralatan outbond, dengan pohon-pohon besar yang cukup teduh, menara pengawas, sementara di sisi kiri ada lapangan bola yang cukup luas. Di sisi kanan wisma terdapat sarana penetasan telur penyu sisik, yang menurut saya cukup menarik, untuk dipelajari oleh anak-anak.


OUR ACTIVITIES


PIZZA

DUFAN


bandung

HANAMASA GATH 



 
UJUNG GENTENG ADVENTURE
COMEDY CAFE
PUNCAK
BALI

 SUROPATI




hub:

DODDY atau vendy yah buat yg mau liburan

who's joined us??

1.vendy

2.eline

3.doddy

4.silva

5.edo(the video camera boy)

6.gozal yg siap dengan jokes2 sampahnya

OK GAN!!!



7.risky


8. we want you to join us...